Dalam sejarah Islam, terdapat banyak riwayat menarik yang cukup penting untuk diperhatikan. Salah satunya adalah riwayat yang berkaitan dengan para sahabat Nabi Muhammad SAW yang mabuk dalam mengerjakan salat, sehingga ayat yang dibaca menjadi tumpang tindih. Kejadian ini sangat menarik dan memiliki implikasi yang luas dalam hukum-hukum Islam dan juga mengajarkan kita pentingnya menjaga kesucian hati dan tubuh saat mengerjakan ibadah.
Latar Belakang
Pada masa awal penyebaran Islam, beberapa orang masih belum terbiasa dengan hukum-hukum dan tata cara ibadah yang benar. Salah satunya adalah konsumsi minuman keras yang masih lazim pada masa itu. Sebagai sahabat Nabi, para sahabat tentu saja ingin mendalami ajaran Islam dan menjalankan perintah-perintah Allah dengan sebaik mungkin. Namun, karena belum terbiasa, terkadang mereka melakukan kesalahan, seperti riwayat yang satu ini.
Persitiwa Tumpang Tindih Ayat dalam Salat
Suatu hari, beberapa sahabat mengerjakan salat berjamaah. Dalam keadaan mabuk, mereka membaca ayat-ayat Al-Quran dengan tumpang tindih. Surat yang dibaca dalam salat tersebut seharusnya adalah Surah Al-Fatihah (Surat Pembukaan) dan salah satu surat pendek lainnya. Namun, akibat mabuk yang mereka alami, surat-surat tersebut menjadi tumpang tindih dan tidak dapat terbaca dengan jelas.
Implikasi dan Hikmah dari Kejadian Ini
Setelah kejadian ini, Nabi Muhammad SAW menegur para sahabat yang bersalah dan mengajarkan mereka tentang larangan minum khamr (minuman yang memabukkan) dalam Islam. Hal ini kemudian diturunkan dalam Surah Al-Ma’idah (5:90-91) yang melarang umat Islam untuk meminum khamr karena hal itu merupakan perbuatan syaitan dan dapat menghalangi seseorang dari mengingat Allah SWT dan menjalankan salat dengan benar.
Dari kejadian ini, kita dapat mengambil beberapa hikmah, di antaranya:
- Pentingnya menjaga kesucian tubuh dan hati saat mengerjakan ibadah, termasuk salat, untuk menghindari gangguan dan kesalahan dalam melaksanakannya.
- Kesalahan dalam ibadah dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk lebih berhati-hati dan memperbaiki diri.
- Larangan minum khamr dalam Islam memiliki hikmah yang besar, yaitu menjaga kestabilan mental dan spiritual umat Islam agar selalu ingat akan perintah Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi, jawabannya apa? Surat yang dibaca para sahabat dalam keadaan mabuk tersebut seharusnya merupakan Surah Al-Fatihah dan salah satu surat pendek lainnya, namun menjadi tumpang tindih akibat pengaruh mabuk yang dialami oleh para sahabat.